Bosan melihat berita TV


Dilema ! ! !
Kata yang terucap dari lisan dan dari sanubari hati ini ketika melihat berita televisi. Antara suka melihat berita atau tidak suka melihat berita. Pemberitaan televisi akhir-akhir ini penuh dengan rekayasa palsu, penuh dengan kepentingan golongan atau partai politik tertentu dengan tujuan menjatuhkan lawannya dalam sebuah pertarungan dalam demokrasi. Berita seperti ini sangat tidak baik untuk ditampilkan apalagi ditonton oleh khalayak ramai khususnya masyarakat Indonesia. Sebab berita hari ini akan menjadi sejarah baru bagi para generasi muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan membangun bangsa.
Saya ingin mengatakan melalui tulisan ini tentang ciri-ciri berita yang baik dan menarik. Sebab akhir-akhir ini berita tv sudah memuakkan di hati masyarakat. Apalagi banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi antara fakta dengan isu yang beredar. Para awak media boleh membuat berita yang bisa memuaskan hati masyarakat, kita setiap hari perlu mendengar berita untuk menambah wawasan dalam kehidupan kita. Akan tetapi berita yang kita harapkan adalah yang sesuai dengan hak-hak hidup atau yang bisa menginspirasi kehidupan agar lebih bermakna. Memang inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendasar antara negara Indonesia yang masih berkembang dengan Negara Jepang yang maju. Kalau kita membaca buku Imperium III karangan Eko Laksono, salah satu cara Negara Jepang bangkit adalah isi berita televisinya 90% adalah berita tentang pendidikan, teknologi dan wirausaha. Sehingga masyarakatnya yang tidak bisa sekolah atau yang tidak punya biaya belajar mereka melalui tv. Faktor yang membuat seperti itu berjalan lancar dibantu oleh pemerintahnya juga. Akhirnya bangsa Jepang yang dulunya bangsa yang tertinggal, hanya dalam 30 tahun lamanya menjadi salah satu bangsa yang berkuasa didunia selain dari Amerika Serikat pada tahun 1945.
Berita-berita seperti inilah seharusnya yang ditampilkan oleh wartawan media elektronik. Agar generasi muda Indonesia tidak terkotori oleh perilaku para pejabat-pejabat koruptor. Sebab kebangkitan dan kehancuran bangsa hari ini juga ditentukan oleh para medianya. Penulis berharap bahwa pemilik media dan anggota media harus fair dalam membela bangsa dan tidak boleh memanfaatkan media untuk menjatuhkan lawan politiknya, karena cara ini akan ditonton oleh seluruh masyarakat dunia khususnya Indonesia. Mereka dengan mudahnya berkata kepada kita bahwa ternyata masyarakat Indonesia adalah buruk perilakunya, mereka tidak punya hati dan sebagainya.

Semoga hari ini dan selanjutnya para penulis berita dan wartawan media tv, tidak ikut campur untuk merusak bangsa ini menjadi hancur. Cukuplah para media sebagai garda terdepan untuk memberitakan Indonesia kepada generasi muda bangsa yang memiliki peradaban dengan memberitakan hal-hal yang positif dan memberikan inspirasi. Oleh karena itu, disini saya ingin menyebutkan bagaimana ciri-ciri berita yang baik dan benar. Adapun ciri-ciri naskah berita yang baik dan benar, antara lain :
1.      Yang diberitakan adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, bukan gagasan atau opini seorang penulis
2.      Merupakan peristiwa yang unik (jarang terjadi), bukan sesuatu yang lazim terjadi setiap hari.
3.      Pelajar yang mengikuti pelajaran di sekolahnya dengan tertib tidak bisa dijadikan berita karena peristiwa seperti ini terjadi pada  kehidupan sehari-hari.
4.      Pelajar yang tawuran dan terdapat beberapa korban terluka dapat dijadikan sebuah berita.
5.      Aktual, peristiwa yang diberitakan baru saja terjadi atau sedang terjadi, bukan peristiwa lampau yang sudah tidak ada lagi hubungannya dengan saat ini.
6.      Jika memberitakan tentang kejadian yang menimpa seseorang, orang tersebut adalah orang yang dikenal oleh masyarakat luas. (terutama jika kejadian tersebut tidak terlalu penting)
7.      Data-data yang diberitakan sesuai dengan peristiwa aslinya. artinya tidak ada rekayasa dari penulis berita.
8.      Bahasa serta berita yang disajikan menarik sehingga mampu menarik minat pembaca. berita dibuat seakan-akan berita tersebut terlihat bukan seperti berita, namun seperti sebuah cerita.
9.      Data yang diberitakan lengkap, terutama data-data yang penting. Untuk meminimalisir pertanyaan yang terbesit di otak pembaca.
10.  Waktu dan tempat dari peristiwa yang diberitakan jelas.
11.  Bahasa yang digunakan dalam berita mudah dipahami oleh pembaca. Jika terdapat istilah yang relatif sulit dimengerti, penjelasannya disertakan di dalam berita.
12.  Menggunakan bahasa yang baku. bukan bahasa gaul, apalagi bahasa alay.
13.  Bersifat objektif.
14.  Alur peristiwa yang diberitakan runtut (kronologis).
15.  Menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas agar pembaca dapat memahami berita dengan singkat.
16.  Sumber berita valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
17.  Jika diperlukan, mencantumkan suatu kutipan hasil wawancara mengenai peristiwa yang sedang diberitakan. dalam suatu berita dapat berupa saksi mata.
18.  Tidak mencantumkan opini pribadi pada isi berita karena berita berbeda dengan artikel.
19.  Judul berita mewakili seluruh isi berita.


Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp

Komentar