Jubir KPK play maker


Jubir KPK Menggonggong
Siapa yang tidak mengenal sosok Johan Budi sebagai juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi. Setiap media yang ingin mengetahui tentang perkembangan masalah kasus korupsi yang sedang ditangani oleh KPK, pasti melalui Johan Budi. Ibarat rumah ada sebuah pintu yang harus dilewati, seperti itulah juga sosok seorang Johan Budi ia seperti pintu masuk KPK. Terkadang KPK merasa terbantu oleh seorang Johan Budi, sebab ia pandai berdalih dalam suatu masalah apabila KPK tidak bisa menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang besar. Sudah banyak contoh permasalahan kasus-kasus korupsi yang terlewatkan begitu saja, yang merugikan negara jumlahnya triliunan. Dengan pandainya Johan Budi berdalih selamatlah KPK dari amarah rakyat Indonesia. Perlu harus kita ketahui bahwa seorang Johan Budi adalah mantan jurnalis Koran Tempo, yang pandai berdalih dan ahli dalam beretorika sehingga dengan mudah menarik simpati publik juga mudah untuk menipu publik. Dan kita tahu bersama bahwa koran TEMPO adalah salah satu yang anti terhadap PKS. Dan saat ini fokus tulisan ini adalah tentang kasus yang sedang menimpa Pak LHI yang dipelintir oleh Johan Budi.
Banyak tudingan-tudingan salah yang dilontarkan oleh Johan Budi terkait kasus suap impor daging kepada pak LHI. Kita akan runutkan permasalahan-permasalahan yang tidak benar dan sudah terbukti dalam faktanya. Johan Budi selama ini hanya menggonggong saja untuk menjatuhkan Partai Keadilan Sejahtera, semua tudingan yang ia sangkut pautkan dengan orang lain dibantah oleh orang tersebut. Seperti kasus-kasus dibawah ini:
1.      Juru Bicara KPK, Johan Budi (JB) mengatakan bahwa penyitaan mobil di DPP PKS menggunakan surat. Faktanya satpam DPP menyatakan bahwa KPK tidak membawa surat. Nah kalau mobilnya dibawa orang yang mengaku-ngaku dari KPK lantas mobilnya hilang, tanpa surat bagaimana satpam tersebut mempertanggung-jawabkannya? Makanya mobil tidak diserahkan.
2.      JB bilang LHI ditahan karena tertangkap tangan. Faktanya LHI tidak berada di lokasi kejadian.
3.      JB bilang KPK punya 2 alat bukti sehingga merasa berhak menahan LHI. Faktanya alat bukti tersebut tidak mau diungkap sampai sekarang oleh KPK, sementara fitnah sudah menyebar. Pertanyaannya benarkah KPK memiliki alat bukti tersebut atau semua ini cuma rekayasa? Katanya KPK mau transparan? Jujur saja ada atau tidak sih alat bukti itu?
4.      JB bilang KPK memiliki rekaman sadapan hubungan telepon antara LHI dan AF. Faktanya Ketua KPK sendiri yang membantahnya. KPK tidak punya rekaman sadapan tersebut.
5.      Katanya Menteri Pertanian dapat mengatur kuota impor daging. Faktanya Menteri Perdagangan-lah yang menentukan kuota impor daging.
6.      Katanya LHI melakukan tindak pidana pencucian uang. Faktanya uang belum diterima LHI, bagaimana LHI bisa mencuci uang tersebut?
7.      Katanya AF kader PKS. Faktanya isteri AF, Septi, menyatakan bhw AF bukan kader PKS. Tetapi apa yang diperbuat AF selalu dikaitkan dengan LHI dan PKS oleh media seakan AF identik dengan LHI dan seakan PKS harus bertanggungjawab atas semua kesalahan AF padahal AF bukan kader PKS. Faktanya media terutama TV One dan Metro TV seringkali mem-bully PKS. Faktanya TV One adalah milik Ketum Partai Golkar dan Metro TV adalah milik Ketua Umum Partai Nasdem yang sangat berkepentingan dengan melorotnya suara PKS di Pemilu 2014.
8.      Katanya LHI disuap untuk mempengaruhi Menteri Pertanian dalam mengatur kuota impor daging sapi. Faktanya Menteri Pertanian sudah diperiksa KPK namun tidak juga dijadikan tersangka, artinya KPK tidak menemukan bukti bahwa Menteri Pertanian berbuat salah (curang) dalam mengatur kuota atas perintah LHI. Jadi tidak ada bukti bahwa LHI telah mempengaruhi Menteri Pertanian dalam mengatur kuota impor tersebut. Faktanya yang menetapkan kuota impor tersebut adalah Menteri Perdagangan bukan Menteri Pertanian.
9.      Johan Budi menyampaikan informasi yang berbeda dan terkesan 'tendensius' terkait dengan Ayu azhari. Padahal Ayu Azhari sudah membantah dengan mengatakan: 
"saya tidak pernah (terima uang dari Ahmad Fathanah). Sebenarnya saya korban, korban dari kerjaan-kerjaan yang dijanjikan, dan saya tidak ada hubungannya dengan partai," kata Ayu di Kantor KPK pada hari Rabu (1/5).  
Kemudian terkait pemanggilan ia juga menjawab: "Bukan panggilan, hanya melengkapi dokumen yang perlu diserahkan berdasarkan BAP (berita acara pemeriksaan). Bukti rekening koran saya. Saya serahkan memang karena saya tidak pernah menerima apa pun," kata Ayu di KPK, Jakarta, Jumat.

Inilah penggiringan opini negatif selama ini terhadap PKS seringkali dilayangkan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi. Pernyataan-pernyataan yang sangat ingin sekali menghancurkan PKS, padahal PKS sangat komitmen mendukung pemberantasan korupsi. Bahkan pertama kali dalam penanda tanganan kontrak perjanjian anti korupsi dari fraksi-fraksi yang ada di DPR adalah fraksi PKS. Akan tetapi, PKS selalu difitnah, dijatuhkan dan selalu menjadi musuh bersama bagi partai-partai politik yang lain.
            Penulis berharap bahwa kebenaran segera terungkap, agar PKS fokus dalam melakukan perbaikan-perbaikan di Indonesia.  Dan kita tahu bahwa PKS adalah partai yang terdekat dengan masyarakat. Spesial kepada Johan Budi sebagai Juru Bicara KPK, berhentilah menggonggong. Semua masyarakat sudah tahu bahwa kamu itu pandai bersilat lidah, sehingga apa yang engkau ucapkan semua benar, padahal kenyataannya adalah salah.

Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.PdI

Komentar