REVOLUSI KPK


REVOLUSI KPK
Hanya satu kata “DUKUNG LEMBAGA KPK” ! ! !
Akhir minggu ini pemberitaan tentang KPK masih menjadi menarik perhatian media elektronik. Sungguh sangat luar biasa berita-berita yang ditayangkan oleh media elektronik kita hari ini sehingga publik atau masyarakat Indonesia seluruhnya tahu bahwa hari ini permasalahan paling mendasar dinegara ini adalah korupsi, korupsi dan korupsi. Korupsi kita lihat bahwa telah menjadi budaya para pejabat pemerintah indonesia, sehingga seorang pejabat pemerintah tak lekang oleh korupsi. Aksi pemerintah seperti ini membuat kemarahan bagi rakyatnya, sehingga apabila terjadi reaksi yang berlebihan datang dari masyarakat  kita tidak bisa menyalahkan masyarakat keseluruhannya akan tetapi karena pemerintahnya. Sebab disini ada hukum timbal balik, reaksi masyarakat ada karena aksi pemerintah yang selalu melakukan korupsi. Kita sangat bersyukur bahwa masih ada lembaga KPK yang hari ini menjadi penyelamat bangsa. Oleh karena itu, melihat kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa tidak dalam keadaan stabil, lagi berpenyakit dan tidak bersih dari praktek kolusi dan nepotisme. Kita tahu bahwa tugas mereka hanya memberantas korupsi bukan kolusi dan nepotisme, dan wajar KPK hari ini memiliki sifat tebang pilih dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi.
Setelah 2 tahun lebih Abraham Samad dan kroni-kroninya terpilih menjadi pimpinan KPK dan mengucapkan janji-janji politiknya dihadapan publik yaitu akan menyelesaikan kasus Century dan BLBI yang merugikan negara sebanyak 6,7 Triliun Rupiah setara dengan jumlah APBN untuk JAMKESMAS, dan juga kasus Hambalang yang merugikan negara sebanyak 2,5 Triliyun Rupiah yang sampai hari ini belum selesai. Kasus-kasus seperti ini dibiarkan begitu saja supaya masyarakat mulai lupa. Hal ini pimpinan KPK tidak boleh membiarkan kasus terlebut berlarut-larut dalam ketiadaan, ia harus segera dituntaskan sebab kerugian negara adalah penderitaan rakyat. Rakyat setiap hari selalu bekerja keras memeras keringat, membanting tulang demi mendapatkan sesuap nasi untuk kebutuhan keluarganya. Pemerintah hanya menikmati hasil jerih payah masyarakat, mereka bagai lintah darat yang menghisap darah rakyatnya. Mereka tidak mempunyai belas kasih lagi terhadap rakyat kecil, tidak mempunyai nurani, etika, moral sehingga hancurlah bangsa ini rakyat semakin termarginalkan
Tiada kata lain yang pantas untuk diungkapkan selain dari kata REVOLUSI KPK. Bukan membubarkan KPK, tapi mengganti Pimpinan KPK seluruhnya, sebab Pimpinan KPK hari ini telah disusupi oleh orang-orang yang yang tidak bertanggung jawab. Independensi KPK sudah tidak ada lagi, mereka pimpinan KPK sudah berpihak kepada. Pimpinan KPK hari ini mulai melemah, saya masih teringat dengan apa yang disampaikan oleh Abraham Samad dengan mengatakan:
“Tidak ada orang yang kebal hukum, hukum adalah diatas segala-galanya.”
Namun sampai saat ini kemanakah Boediono dan Sri Mulyani sebagai mantan Gubernur BI dan menteri keuangan terkait dalam kasus BLBI dan Century, mereka dibiarkan begitu saja, bebas, dan hidup dengan tenang. Pimpinan KPK tidak berani mengungkap kasus tersebut sampai tuntas, kasus Depnakertrans yang melibatkan Muhaimin Iskandar, dan sebagainya. Apa yang menjadi permasalahannya sehingga pimpinan KPK tidak berani? Dimana sumpah dan janji yang diucapkannya tersebut? Maka tidak ada salahnya lagi bagi kita masyarakat Indonesia, mari kita menyuarakan kasus ini, kita bersatu untuk menyelamatkan KPK dari tangan orang-orang yang dzalim. Sebab pimpinan KPK hari ini tidak lagi memiliki loyalitas dalam mengungkapkan kebenaran.
REVOLUSI KPK, REVOLUSI KPK, REVOLUSI KPK
8 DAFTAR KASUS BESAR YANG BELUM TERUNGKAP:
1.      Kasus BLBI,
2.      Kasus Gayus yang melibatkan pejabat (terutama Pati Polri),
3.      Bank Century,
4.      Wisma Atlet yg melibatkan bos besar dan ketua besar,
5.      Kasus Hambalang,
6.      Dugaan mafia anggaran DPR yg diungkap Waode,
7.      Cek Pelawat,
8.       Kasus di Depnakertrans.

Semoga kita semakin tersadarkan kembali...

Penulis:
Mangaraja Halongonan Hrp, S.PdI

Komentar